Cak Imin Anugerahi Penghargaan Pada 18 Pejuang Kemanusiaan

Cak Imin Anugerahi Penghargaan Pada 18 Pejuang Kemanusiaan

PKB Maluku-Jakarta. Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memberikan penghargaan kepada 18 tokoh yang dianggap sebagai pejuang kemanusiaan tanah air dalam kegiatan yang bertajuk “Penghargaan Pejuang Kemanusiaan” di Gedung Joeang 45, Jl. Menteng Raya No.31 Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018). 

Cak Imin yang merupakan Ketua KNPK, mengatakan, KNPK adalah Institusi gerakan sosial, tempat berkumpulnya aktifis sosial, aktifis mahasiswa, aktifis seni kebudayaan dari lintas generasi dan lintas pemikiran dan agama, yang konsisten berjuang lebih dari 20 tahun menegakan kedaulatan rakyat, terutama rakyat miskin. 

“Apa yang dilakukan bersama kawan-kawan ini dengan menjalankan nilai-nilai yang diwariskan oleh Gus Dur, untuk menghormati dan menghargai serta menyebarluaskan nilai-nilai keteladanan para pejuang kemanusiaan,” jelas dia. 

Menurutnya, belasan tokoh yang diberikan penghargaan itu merupakan orang-orang yang telah berjuang untuk membangun kedaulatan rakyat di bidang politik, hukum, HAM, perburuhan, agraria, ekonomi dan pemulihan kedaulatan masarakat adat atas ruang hidupnya. 

“Suatu kedaulatan yang sepenuhnya dijamin oleh kontitusi tetapi sampai saat ini pada tataran prakteknya masih jauh dari yang diharapkan,” ujarnya

Dikatakan, KNPK memberikan penghargaan itu bercermin pada sikap penguasa yang lebih cenderung pada pertanggungjawaban secara prosedural formal. “Bukan pada roh dan jiwa yang terkandung dalam amanat kontitusi,” tegasnya. 

Lebih jauh dari itu, lanjut dia, malah sering terjadi penyelewengan yang semakin menjauh dari harapan dan keinginan rakyat.

Disisi lain daya dorong rakyat sebagai gerakan sosial yang mampu mempengaruhi perilaku pemerintahan dan elite politik masih cukup lemah dan belum memiliki daya tawar. 

“Oleh karena itu KNPK mendorong pemerintah dan elit politik nasional dapat memberi apresiasi dan bersedia memberikan penghargaan kepada para pejuang dan pelopor dalam memperjuangkan nilai-nilai yang diamanatkan oleh konstitusi,” katanya.

Ia mengaku yakin, Penghargaan Pejuang Kemanusiaan merupakan bentuk nyata dari pengakuan terhadap jasa kebaikan atau pada nilai-nilai perjuangan para tokoh  yang menjadi acuan bagi gerakan sosial. Ia berharap, dampak dari kegiatan ini memberikan inspirasi kepada penguasa dan elit politik sekaligus mengadopsi nilai luhur yang diperjuangkan oleh para para pelopor tersebut.

Cak Imin Foto Bersama Perwakilan Keluarga Pejuangan Kemanusiaan, Rabu (1/8/2018). 

Wakil Ketua MPR RI, tersebut mengungkapkan bahwa Indonesia punya hutang kepada para pejuang kemanusian.  “Negara punya hutang dan negara harus berterima kasih pada pejuang-pejuang ini,” kata Cak Imin

Cak Imin berjanji akan memperjuangkan para pejuang kemanusiaan terutama adanya pengakuan dari negara soal keberanian dan kontribusinya terhadap bangsa Indonesia.

“Saya akan merekomendasikan secepatnya sebagai wakil ketua MPR, Negara harus mengakui keberanian dan ketulusan para pejuang-pejuang ini” ujarnya

ia, juga meminta pada pemerintah untuk meningkatkan kepedulian kepada para pejuang kemanusiaan tersebut, dengan cara memasukkan nama-nama pejuang kemanusiaan dalam mata pelajaran sejarah.

“Saya usulkan tokoh-tokoh ini dijadikan dan dimasukkan dalam kurikulum pelajaran di seluruh sekolah di Indonesia,” 

sementara itu, ketua penyelenggara kegiatan, Agustiana mengatakan, terkait pilihan KNPK memberi mandat kepada Cak Imin sebagai Ketua KNPK sekaligus pemberi penghargaan, karena Cak Imin merupakan tokoh elit politik nasional yang dinilai cukup memahami harapan masyarakat. Cak Imin juga banyak terlibat dalam pergumulan aktivis gerakan. 

“Sekaligus hal ini menjadi ujian apakah beliau sudah alergi atau tidak dengan pemikiran para pejuang yang sejak lama oleh penguasa sering dijadikan momok menakutkan. Walaupun kami menyadari hal ini tentunya masih bisa diperdebatkan,” kata Agustiana. 

Ia menambahkan, pemilihan tanggal 1 Agustus, dapat dimaknai sebagai momentum di antara peringatan Dekrit Presiden yang mengembalikan kontitusi rakyat pada UUD1945 dan hari deklarasi negara ini merdeka dan rakyat berdaulat. Kedua momentum tersebut merupakan tonggak sejarah penting yang menandai bersatunya gerakan rakyat dan gerakan politik.

Para tokoh yang mendapat penghargaan yaitu aktivis dan sastrawan Wiji Thukul, Tokoh asal Papua They Hiyo Eluay, penyair WS Rendra, aktivis HAM Munir, pengacara Adnan Buyung, aktivis perempuan Marsinah, musisi Harry Roesli, Pakar Sosiologi Sayogyo, aktivis Amir Daulay, HJC Princen, Adi Sasono, Afnawi Noeli, mantan Jaksa Agung Baharuddin Lopa, mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ahmad Taufi, dan sastrawan Pramudya Ananta Toer. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Muhaimin kepada keluarga penerima penghargaan.

Jangan Lupa Bagikan :
  • 8
    Shares