Cak Imin: Hari Santri Simbol Perlawanan Kaum Santri Mengusir Penjajah

Cak Imin: Hari Santri Simbol Perlawanan Kaum Santri Mengusir Penjajah

PKB Maluku-Jakarta. Ribuan peserta memenuhi kawasan Tugu Monumen Nasional (Monas) untuk mengikuti acara jalan sehat sarungan memperingati Hari Santri Nusantara tahun 2018. Mereka terlihat antusias mengikuti jalan sehat sarungan yang dipimpin langsung oleh Panglima Santri Nusantara Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Sebelum jalan sehat dimulai, Cak Imin menyampaikan sambutan dihadapan peserta jalan sehat sarungan. Cak Imin menyebut bahwa acara jalan sehat ini sebagai awal dimulainya peringatan Hari Santri Nasional 2018.

“Alhamdulillah hari ini kita memulai peringatan Hari Santri Nasional 2018,” kata Cak Imin di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 30 September 2018.

Cak Imin menerangkan, bahwa peringatan hari santri ini merupakan simbol perlawanan para santri kaum sarungan berperang mengusir penjajah. Karena itu, tanggal 22 Oktober diresmikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Hari santri Nasional.

“Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober merupakan simbol perlawanan kaum santri, kaum sarungan berperang untuk mengusir penjajah dengan fatwa yang paling terkenal dari hadratus syekh Roisul akbar Hasyim Asy`ari Wajib hukumnya bagi umat Islam angkat senjata mengusir penjajah yang menguasai tanah air kita,” jelas Cak Imin.

Selain itu, Cak Imin juga mengapresiasi anusiasme peserta jalan sehat sarungan yang hadir di kawasan Monas. Cak Imin berpesan agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 

Jangan Lupa Bagikan :
  • 16
    Shares