Cak Imin: Inti Dari Paham Soedurisme Itu Kemanusiaan, Keadilan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

Cak Imin: Inti Dari Paham Soedurisme Itu Kemanusiaan, Keadilan Sosial dan Kemandirian Ekonomi

PKB Maluku-Serang. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar memperkenalkan gagasan Soedurisme di hadapan civitas akademik Universitas Ageng Tirtayasa, Serang, Banten pada Rabu (21/3/2018).

Dihadapan 900 wisudawan, pria yang angkab disapa Cak Imin saat menyampaikan orasi ilmiah menyatakan bahwa gagasan Soedurisme merupakan penggabungan paham Soekarnoisme dan paham Gusdurisme.

Ketum DPP PKB Saat Menyampaikan Orasi Ilmiah Dihadapan Ratusan Wisudawan Mahasiswa Universitas Ageng Tirtayasa Banten, Rabu  (21/3/2018) di Serang.

 

 

 

Cak Imin menjelaskan jika dirinya mengusung konsep pemikiran yang menggabungkan konsep Soekarno dan Gusdur sebagai negarawan junjungannya. Konsepsi dasar kata sudur bila diterjemahkan dalam bahasa arab bermakna dada.

Menuru Cak Imin, dari dalam dada, muncul jati diri, dari dalam dada muncul hak diri, muncul kemandirian dan kami rakyat berhak sejahtera. Soekarno dan Gusdur memiliki tujuan kepemimpinan yang sama terutama dalam hal membela hak-hak hidup rakyat miskin seperti petani, nelayan, dan buruh.

“Gagasan Soedurisme (Soekarno dan Gus Dur) saya serap dari dua tokoh ini, dalam konteks Indonesia millenial. Saya bangga mengambil pemikiran tokoh nasional dengan reputasi global. Soekarno nggak kalah dibanding Mahatma Gandhi, Roosevelt atau Churchil. Gus Dur sebanding dengan Castro, Kemal Pasya dan Gamal Abdul Nasser. Bangga saya. Inti dari Soedurisme adalah kemanusiaan, keadilan sosial dan kemandirian ekonomi,” demikian ungkap Cak Imin.

Cak Imin ini menyatakan bahwa kemanusiaan sebagai gagasan universal yang melampaui sekat agama, ras, etnis dan golongan. Hubungan baik sesama manusia sama pentingnya dengan hubungan baik dengan Tuhan.

“Dalam konteks ekonomi Sudurisme berpegang pada prinsip kemandirian. Kita menerima globalisasi sebagai peluang dan kompetisi. Namun globalisasi sebagai bentuk kolonialisme baru, kita tolak. Bahkan kita lawan,” terangnya.

“Misalnya produk impor itu oke sepanjang harganya tidak merusak nilai tukar petani dan tidak karena semangat rente,” lanjutnya.

Menurut Cak Imin, demokrasi yang disebut Sudurisme adalah demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Artinya demokrasi yang bertujuan menciptakan keberesan politik, keberesan negeri, dan keberesan rejeki warganya.

“Tahap kita sekarang baru mampir di demokrasi politik. Artinya warga belum beres rejekinya,” tuturnya

Jangan Lupa Bagikan :
  • 21
    Shares