Cak Imin: Perayaan Paskah, Momentum Membangun Indonesia Melalui Keberagaman

Cak Imin: Perayaan Paskah, Momentum Membangun Indonesia Melalui Keberagaman

PKB Maluku-Jakarta. Bagi umat Kristiani Perayaan Paskah dilakukan setiap tahun pada dasarnya bukanlah sekadar rutinitas gerejawi. Perayaan itu justru memiliki arti yang sangat penting. peryaan paskah umat kristiani didorong untuk menjadi terang untuk kehidupan seluruh kelompok masyarakat dengan cara-cara yang baik.

Cak Imin (Sapaan akrab ketum DPP PKB) menyatakan begitu banyaknya pelajaran kemanusiaan yang bisa didapatkan dari hari-hari menjelang dan saat Paskah. Baginya, Melalui momentum perayaan Paskah dapat diaktualisasikan untuk bangun Indonesia bersama-sama melalui keberagaman yang telah di takdirkan pada umat manusia.

“Kita bangun Indonesia yang kuat dari keberagaman sebagai takdir kita, agar menjadi mosaik indah dan contoh bagi dunia semesta. Semoga damai kita selalu di bumi dan di akhirat,” imbuh Cak Imin melalui akun twitternya, Kamis (29/3/2018)

Menurut wakil ketua MPR tersebut, hari Paskah atau Jumat Agung dinilai sebagai bentuk keberagaman di Indonesia agar tetap terjalin kerukunan antar umat beragama. Baginya, Indonesia menjadi contoh harmoni perbedaan yang bisa dicontohi oleh negara lain.

“Saya yakin kalian semua 100% Kristiani dan 100% Indonesia. Seperti juga saya, 100% Islam dan 100% Indonesia,” ungkapnya

Secara pribadi, Cak Imin ikut memberikan ucapan selamat Hari Paskah untuk umat Kristiani. Hari saat perjamuan Yesus tersebut jadi momentum perbaikan diri. 

“Bagi saudara-saudaraku terkasih umat Kristiani, selamat menjalani perayaan Tri Hari Suci yang dimulai hari ini Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah. Semoga hari-hari penting ini menjadi momen introspeksi menuju pribadi yang melayani sesama manusia. Sekali lagi selamat untuk umat Kristen dan Katolik di seluruh penjuru Indonesia,” ucapnya.

Cak Imin bertutur, sosok Yesus sendiri sebenarnya teladan ideal untuk seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin yang dibutuhkan yakni sosok yang sampai rela menderita untuk orang lain. 

“Yesus menunjukkan dirinya sebagai sosok pemimpin lembut yang rendah hati. Ia membasuh kaki murid-muridnya dan mendoakan mereka. Bagi saya, ini memberi pesan kuat bahwa memimpin adalah menghargai dan melayani, bahkan menderita,” ungkapnya. 

“Perjamuan itu berlangsung sangat sederhana. Yesus membelah roti lalu membagi-bagikannya. Lalu mengucap syukur. Bahkan yang sedikit pun tetap dibagi dan itu disyukuri. Sering sekali, kita kerap lupa berbagi, lebih sering lagi lupa bersyukur, karena yang didapat selalu terasa kurang,” imbuhnya 

Lanjut dia, keteladanan ini pula yang bisa ditemukan pada sosok seperti Nabi Muhammad. Keduanya, sepatutnya jadi sumber inspirasi. 

“Perjamuan terakhir saat Kamis Putih hingga Minggu Paskah mengingatkan kita bahwa nabi dan Rasul di bumi ini adalah mereka yang dipilih Allah dari kalangan orang kebanyakan yang miskin. Mereka menjadi sumber inspirasi bagi warga yang sama-sama miskin, untuk percaya kepada Tuhan, untuk hidup dengan baik,” pungkas Cak Imin.

Jangan Lupa Bagikan :
  • 7
    Shares