Hadiri Pekan Nasional Petani Dan Nelayan ke-15 di Aceh, Anggota DPRD PKB ;  Promosikan Salak Merah Taniwel Dan Cengkeh Raja.

Hadiri Pekan Nasional Petani Dan Nelayan ke-15 di Aceh, Anggota DPRD PKB ; Promosikan Salak Merah Taniwel Dan Cengkeh Raja.

PKB Maluku, Ambon. Anggota fraksi PKB DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Eko Budiono menghadiri Pekan Nasional Petani dan Nelayan ke-15 yang dilaksanakan di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Provinsi Aceh pada sabtu (6/5/2017)

Tergabung dalam kelompok tani hortikultura bersama Sekda SBB dan Kadis Pertanian SBB mereka memperkenalkan produk pertanian khas daerah kabupaten seram bagian barat yakni salak merah dari taniwel dan cengkeh raja.

Salak merah atau yang biasa disebut salak riring berasal dari Desa Riring Kec. Taniwel Kab. Seram Bagian Barat. Potensi Hasil 9-14 Kg/pohon/tahun, tinggi tanaman 3-6 meter, kulit buah bersisik tersusun seperti genteng, warna daging buah putih kekuningan, tekstur daging buah renyah, rasa daging buah muda asam sepat, buah masak rasa sangat manis, bunga hermaprodit. Bentuk Tanaman Tegak, tertutup rapat oleh pelepah daun ; Warna duri coklat kehitaman ; Warna bunga merah muda; Tebal daging buah 0.9-1,6 cm dan memiliki Kadar gula 13,38 %. Salak merah telah dilepas sebagai Varietas Unggul Nasional sesuai SK Menteri Pertanian Nomor 454/KPTS/ PD. 210/9/2003 tanggal 15 September 2003.

Salak Merah dan Cengkeh Raja Khas Seram bagian Barat, Maluku

Berbeda dengan cengkeh pada umumnya jenis cengkeh raja, memilikih daun jauh lebih besar, bunga yang kering sama sekali dan  tidak mempunyai rasa seperti cengkeh biasa. Perwaatan cengkeh ini lebih mudah dan cepat tumbuh besar.

Pelaksanaan kegiatan tersebut selain dimanfaatkan untuk mempromosi tanaman khas seram bagian barat, juga dijadikan sebagai sarana untuk menambah pengalaman dari daerah lain yang sukses mengembangkan pertanian sebagai agribisnis dalam mensejahterakan masyarakat.

“saya berharap pemda SBB dapat menimba pengalaman dari kabupaten-kabupaten lain yang sukses mengembangkan pertanianya sebagai agribisnis dalam mensejahterakan rakyatnya” ujar EKo budiono melalui press releasenya.

Eko -sapaan akrab- menambahkan bukan hal yang mustahil ketika pemerintah daerah, petani dan nelayan mau sedikit kreatif dalam mengolah serta melihat pangsa pasar yang ada maka kita bisa pastikan petani dan nelayan kita akan sejahtera karena kita memiliki tanah yang subur dan laut yang kaya sumber ikanya.

“Sebenarnya banyak komoditi alternatif dengan usia tanam pendek dan biaya murah misalnya komoditi pisang tongka langit kalau kemudian kita buat gerakan nenanam pisang maka SBB bisa menjadi kabupaten penghasil pisang, coklat juga karena didukung oleh tanah yang subur” tambahnya

Untuk hasil laut, laut SBB sebagai tempat singgahnya ikan tuna, dengan nilai jual ekspor yang tinggi maka peluang ini sangat luar biasa, untuk itu pemerintah daerah dalam hal ini dinas pertanian dan dinas perikanan harus lebih kreatif dan mempunyai inovasi yang baik,

“Saya akan mengusulkan melalui fraksi PKB agar dinas pertanian dan perikanan menjadi prioritas dalam pembagian DAU dari APBD di tahun 2018 demi kesejahteraan petani dan nelayan kita” tambah anggota DPRD asal PKB tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari ini dihadiri oleh 35 ribu peserta dari seluruh kabupaten kota di Indonesia dan dibuka langsung oleh presiden RI, Joko Widodo. (AR)

Jangan Lupa Bagikan :
  • 47
    Shares