Peringati Hari Santri, Cak Imin Ajak Kaum Santri Jaga Persatuan

Peringati Hari Santri, Cak Imin Ajak Kaum Santri Jaga Persatuan

PKB Maluku-Jakarta. Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar meminta kaum santri agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai ancaman disintegrasi bangsa Indonesia pada dewasa ini.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut, kaum santri mempunyai peran besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Kaum santri harus bisa menyatukan negeri, menjaga persatuan dan kesatuan, jangan biarkan bangsa mengalami perpecahan,” ujar Cak Imin saat membuka acara ‘Jalan Sehat Sarungan’ di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (30/9).

Acara “Jalan Sehat Sarungan” sendiri diadakan memperingati Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober nanti.

Cak Imin menilai potensi perpecahan bangsa bukan hanya karena diadakannya pesta demokrasi pada Pemilu 2019. Namun juga karena adanya ancaman konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Bentrok antarsuporter menghasilkan kekerasan dan bahkan meregang nyawa, maka kaum santri harus bertekad untuk menyatukan masyarakat dan menjembatani sehingga menyatukan nusantara, menyatukan negeri dan membangun solidaritas,” tutur Cak Imin.

Cak Imin mengatakan persatuan dan kesatuan sangat penting agar berbagai agenda bangsa di berbagai bidang bisa berjalan dengan baik. “Antarwarga bangsa tidak boleh lagi ada perpecahan, apalagi konflik,” ungkap dia.

Selain Cak Imin, acara ini juga dihadiri tiga menteri dari PKB, yakni Menristek Dikti Muhammad Natsir, Menakertrans Hanif Dhakiri dan Menteri Pembangunan Daerah Desa Tertinggal (PDDT) Eko Putro Sanjoyo.

Sesuai namanya, acara ini diikuti ratusan peserta yang melakukan jalan santai dengan mengenakan sarung. Rute dari jalan sehat ini dimulai dari kawasan Monas hingga bundaran HI dan kembali lagi ke Monas.

Cak Imin menjelaskan, sarung merupakan simbol kaum santri, di mana santri dididik dan diajar dengan kesederhanaan. Selain itu, sarung juga disebut Cak Imin sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajah pada masa kemerdekaan.

“KH Hasyim Asy’ari mengatakan wajib bagi kaum Islam untuk angkat senjata melawan penjajah pada masa revolusi,” pungkas Wakil Ketua MPR itu.

Jangan Lupa Bagikan :