Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua MPR RI, Cak Imin Siap Memperkokoh Pilar Kebangsaan

Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua MPR RI, Cak Imin Siap Memperkokoh Pilar Kebangsaan

PKB Maluku-Jakarta. Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. M. Hatta Ali, SH., MH. melantik dan memandu pengucapan Sumpah Jabatan tiga Wakil Ketua MPR RI tambahan yang digelar hari ini, Senin (26/3/2018) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Ketiga Wakil Ketua MPR RI tambahan tersebut adalah Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Ahmad Basarah dari PDIP, dan Ahmad Muzani dari Partai Gerindra.

Mereka dengan seksama mengikuti pengucapan sumpah yang dipandu oleh Hatta Ali hingga penandatangan Surat Keputusan. Dengan demikian ketiganya sah menjadi Wakil Ketua MPR RI hingga masa jabatan berakhir 2019 mendatang.

Cak Imin yang merupakan perwakilan dari PKB mengaku siap mengemban amanah sebagai Wakil Ketua MPR tersebut. Visi dan misi utama Cak Imin adalah untuk memperkokoh pilar-pilar kebangsaan yang saat ini mengalami degradasi.

“Paling pokok adalah pilar-pilar berbangsa, dan yang paling subtantif adalah degradasi bangsa. Pertama karena adanya dialektika keagamaan yang cukup menghawatirkan,” papar Cak Imin.

Selanjutnya Cak Imin akan meningkatkan sosialisasi pilar-pilar kebangsaan di tataran grassroot. Menurut Cak Imin masih banyak masyarakat pinggiran Indonesia yang belum mengenal Pancasila.

“Itu perlu implementasi dan butuh penanganan serius untuk mengenalkan Pancasila. Saya sebagai kader NU memiliki pengalaman untuk itu dan siap mensupport pak Zul (Zulkifli Hasan Ketua MPR RI) untuk membantu semaksimal mungkin sosialisasi,” tegas Cak Imin.

Lalu apa yang membedakan Cak Imin dengan para pimpinan MPR RI lainnya? Dalam hal ini Cak Imin menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus berjalan beriringan dengan semangat spiritual.

Ia berkomitmen untuk menjadikan masjid dan musholla sebagai media keagamaan dan dakwah yang moderat dan menjadi penguat integritas bangsa, bukan malah menjadi sarana pengeras SARA.

“Kedua seni dan budaya, baik yang berbasis tutur atau panggung. Tentu itu akan kita perkuat. Ketiga sosialisasi atau pendidikan yang bekerjasama dengan lembaga yang menguat di tengah masyarakat, contoh pesantren kah, madrasah kah,” jelas Cak Imin.

Jangan Lupa Bagikan :
  • 68
    Shares