Wasekjen DPP PKB Dita Indah Sari, Maafkan Pemilik Akun yang Menudingnya PKI

Wasekjen DPP PKB Dita Indah Sari, Maafkan Pemilik Akun yang Menudingnya PKI

PKB Maluku-Jakarta. Wakil Sekjen DPP PKB Dita Indah Sari memaafkan Sri Destri Sundar, tersangka ujaran kebencian yang menudingnya sebagai anak PKI, hal ini disampaiakan saat mendatangi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (2/1/2019).

Dita dipertemukan dengan tersangka ujaran kebencian yang menudingnya sebagai anak PKI. Usai bertemu sekitar 30 menit, Dita mengaku telah memaafkan Sri Destri Sundari (30), orang yang menuduhnya sebagai anak PKI.

“Jadi memang ada permintaan maaf dari pelaku kepada saya selaku korban. Nah ini sudah kita bicarakan. Intinya adalah bagaimana agar permintaan maaf itu sudah diterima, dan sudah konsultasi kalau dimaafkan lalu proses selanjutnya apa,” ujar Dita di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Dita melaporkan belasan akun media sosial yang menyebutnya sebagai anak PKI ke Bareskrim Polri pada 5 November 2018. Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor STTL/1164/XI/2018/Bareskrim. Laporan ini kemudian dilimpahkan dan ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Meski telah memaafkan, Dita masih belum bisa mencabut laporannya. Pasalnya, masih ada belasan akun media sosial lainnya yang juga disertakan dalam laporan tersebut.

“Saya bicara dulu nanti dengan Unit Cyber Crime (Polda Metro Jaya) karena pelaporan yang saya masukin itu ada 19 akun, nah kalau saya cabut satu laporan, itu kan seluruh berkas akan gugur. Ini saya akan konsultasi ke mereka bagaimana yang satu dicabut, yang lainnya tetap berjalan prosesnya,” jelas Dita yang di masa Orba dikenal sebagai aktivis buruh ini.

Ia mengaku memaafkan karena tersangka baru saja melahirkan. Selain itu, diakuinya keputusannya tersebut telah dikonsultasikan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

“Saya punya kecenderungan untuk memaafkan karena memang ada alasan kemanusiaan, dia baru punya anak, anaknya masih 40 hari jadi masih menyusui,” tutur Dita.

Sementara itu, Sri Destri Sundari mengaku bersalah karena ikut menyebut Dita sebagai anak PKI. Destri hanya ikut membagikan postingan yang menyebut Dita anak PKI di media sosial Facebook.

“Saya hanya mungkin kebodohan saya, keteledoran saya, nge-share saja. Dan saya tidak punya motif sedikit pun, kepentingan pribadi, saya tidak punya motif apapun,” kata Destri.

Perempuan asal Depok itu menuturkan, dirinya ditangkap pada Sabtu (29/12/2018). Namun ia tidak sampai ditahan oleh Polda Metro Jaya.

“Harapan saya untuk masyarakat luas tidak usah mengshare-share lagi informasi yang belum jelas,” ucapnya.

Jangan Lupa Bagikan :
  • 26
    Shares